Tutorial Desain Grafis Coreldraw dan Adobe Photoshop

Wednesday, 4 February 2015

Desain Produk Pengertian dan Ruang Lingkupnya

A. TERIMINOLOGI DESAIN

Desain merupakan suatu proses yang dapat dikatakan telah seumur dengan keberadaan manusia di bumi. Hal ini sering tidak kita sadari. Akibatnya, sebagian dari kita berpendapat seolah-olah desain baru dikenal sejak jaman modern dan merupakan bagian dari kehidupan modern.

          Dalam bahasa sehari-hari kata desain sering di artikan sebagai sebuah perancangan, rencana atau gagasan. Pengertian seperti ini tidak sepenuhnya salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa desain sepadan dengan kata perancangan. Namun demikian , kata merancang/rancang aau rancang bangun yang sering disepadankan dengan kata desain ini nampaknya belum dapat mengartikan desain secara lebih luas. Kata “Desain” yang sebenarnya merupakan kata baru yang merupakan peng-Indonesia-an dari kata design (bahasa Inggris) tetap dipertahankan. Kata desain ini menggeser kata rancang bangun karena kata tersebut tidak dapat mewadahi kegiatan, keilmuan, keluasan dan pamor profesi atau kompetensi,( Sachari, 2000).

         Pengertian desain dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan konteksnya. Desain dapat juga diartikan sebagai suatu kreasi seniman untuk memenuhi kebutuhan tertentu dan cara tertentu pula. Desain juga dapat merupakan pemecahan masalah dengan suatu target yang jelas (Archer, 1965). Sedangkan menurut Alexander (1963) desain merupakan temuan unsur fisik yang paling objektif.
karya manusia (Jones, 1970).

           Perkembangan selanjutnya pengertian desain amat bervariatif karena tumbuhnya profesi ini diberbagai Negara. Salah satu tokoh yan mengevaluasi pengertian desain adalah Bruce Archer, menurutnya desain adalah salah satu bentuk kebutuhan badani dan rohani bmanusia yang dijabarkan melalui berbagai bidang pengalaman, keahlian dan pengetahuan yang mencerminkan perhatian pada apresiasi dan adaptasi terhadap sekelilingnya, terutama yang berhubungan dengan bentuk, komposisi, arti, nilai dan berbagai tujuan benda buatan manusia.

       Jika istilah ‘desain’ maknanya adalah ‘rencana’, maka ‘rencana’ adalah bendanya (benda yang dihasilkan dalam proses perencanaan). Kegiatannya disebut’ merencana’ atau ‘mencananakan’. Pelaksananya disebut ‘perencana’, sedangkan segala sesuatu yang berkaitan erat dengan proses pelaksanaan pembuatan suatu rencana, disebut ‘perencanaan’. Jadi kata ‘mendisain’ mempunyai pengertian yang secara umum setara dengan ‘merencana, merancang, rancang bangun, atau merekayasa, yang artinya setara dengan istilah ‘to design’ atau ‘designing’ (Bahasa Inggris). Istilah mendesain mempunyai makna: ‘melakukan kegiatan/ aktivitas/proses untuk menghasilkan suatu desain (Palgunadi, 2007).

       Dengan demikian, pengertian desain selalu mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan peradaban manusia. Hal ini membuktikan bahwa desain sebenarnya mempunyai arti yang enting dalam kebudayaan manusia secara keseluhan, baik ditinjau dari usaha memecahkan masalah fisik dan rohani manusia, maupun sebagai bagian kebudayaan yang memberi nilai-nilai tertentu sepanjang perjalanan sejarah umat manusia.

         Berdasarkan definisi tersebut diatas, jelas bahwa desain tidak semata-mata rancangan diatas kertas, tetapi juga proses secara keseluruhan sampai karya tersebut terwujud dan memilki nilai. Desain memang tidak berhenti diatas ketas, tetapi erupakan aktivitaspraktis yang meliputi juga unsure-unsur ekonomi, social, teknologi dan budaya dalam berbagai dinamikanya.

          Desain yang baik hanya diatas berhenti diatas ketas, tetapi erupakan aktivitaspraktis yang meliputi juga unsure-unsur ekonomi, social, teknologi dan budaya dalam berbagai dinamikanya.Desain yang baik hanya diatas kertas saja hanya akan terjerumus semata-mata sebagai kebudayaan konsep belaka. Karena betapapun juga desain yang baik adalah desain yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Disamping itu penerimaan masyarakat tersebut kepada suatu desain haruslah kritis, karena tanpa unsure tersebut tidak akan terjadi pertumbuhan desain yang sehat.

B. RUANG LINGKUP DESAIN PRODUK

          Desain produk merupakan salah satu bidang ke ilmuan yang terintegrasi dengan segala bentuk aspek kehidupan manusia dari masa kemasa. Memadukan unsur khayal dan orientasi penemuan solusi untuk berbagai masalah yang dihadapi manusia dengan menjembatani estetika serta teknologi yang masing-masingnya dinamis dan memiliki pola tertentu dalam perkembangannya.

       Lingkup desain produk dapat dikatakan hampir tidak terbatas, melingkupi semua aspek yang memungkinkan untuk dipecahkan oleh profesi/ kompetensi ini. Namun demikian jika mengacu pada perkembangan internasional, terdapat wilayah profesi yang tegas terdiri atas desain produk, desain grafis, dan desain interior. Wilayah desain yang disebutkan ini wilayah desain yang diletakkan pada bidang seni rupa. Berdasarkan pembagian wilayah desain tersebut, desain produk merupakan salah satu dari wilayah desain yang ada.

      Desain produk merupakan terjemahan dari Industrial Design. Sebagian para ahli menerjemahkan Industrial Design dengan desain produk. Sebagian yang lain menerjemahkan dengan desain industri. Penerjemahan yang terakhir dirasa kurang tepat, karena yang didesain bukanlah industrinya melainkan produknya. (Adhi Nugraha,1989). Dalam perkembangan selanjutnya profesi ini terbagi atas beberapa kelompok kompetensi (mungkin juga dapat berkembang sejalan dengan perkembangan jaman), yaitu:

a. Desain produk peralatan

b. Desain perkakas lingkungan

c. Desain alat transportasi

d. Desain produk kerajinan (Kriya)

      Meski dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, namun secara umum mendesain produk mempunyai mekanisme yang sama dalam berpikir kreatif dalam perancangan sebuah produk, sehingga produk tersebut memenuhi nilai-nilai fungsional yang tepat dan menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi manusia dengan tidak meninggalkan aspek kenyamanan user/pengguna melalui teknik-teknik dan ketentuan-ketentuan tertentu dan pada akhirnya diteruskan menjadi siklus hidup produk yang ditentukan oleh pola perancangan awal baik itu inovasi, modifikasi maupun duplikasi.

C. DESAIN PRODUK KERAJINAN

          Desain produk kerajinan merupakan salah satu lingkup desain produk yang mengkhususkan diri dalam pembuatan desain produk kerajinan. Kata ‘kerajinan’, dalam istilah bahasa Inggris disebut ‘craft’, sedang dalam istilah Bahasa Indonesia disebut ‘kria’, atau ‘kriya’ dalam bahasa Jawa, yang berarti: pekerjaan, hasil pekerjaan, hasil pekerjaan tangan, keahlian, suatu benda (bisa juga berarti produk) yang dihasilkan dari ketrampilan pekerjaan tangan dan dilandasi oleh kehalusan rasa. (Palgunadi, 2007).

         Istilah craft berarti keahlian, keprigelan, kebisaan. Dekat dengan istilah ini dalam Bahasa Inggris dikenal istilah ‘craftman’, yang artinya: tukang, ahli, juru, orang yang mempunyai ketrampilan, ahli. Istilah lain yang dekat adalah ‘craftmanship’, yang artinya: keahlian, ketrampilan.

          Desain produk kerajinan merupakan desain yang berbasis kria, merupakan terjemahandari istilah ‘craft design’ dan dapat didefinisikan sebagai suatu karya desain yang dilandasi (berbasis) prinsip-prinsip kria (craft) dalam proses realisasinya. Benda/produk hasil desain produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai keunikan (uniqueness), estetika (keindahan), seni (art), adiluhung, berharkat tinggi, khusus, khas, dan kehalusan rasa sebagai unsur dasar. Sementara dalam pemenuhan fungsinya lebuh menekankan pada pemenuhan fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasan, furnitur, sandang, dan sebagainya. Pemenuhan atas fungsi yang bersifat nonfisik bisa dikatakan relatif kecil.

          Karena didasari oleh ketrampilan dan kehalusan rasa, maka benda-benda hasil produk kerajinan umumnya sangat mengeksploitasi dan menonjolkan aspek rupa dan keindahan (estetika). Dalam sejumlah kasus, ada kecenderungan menggunakan pola (pattern) atau bentuk (form, shape) yang rumit (complicated), serta mungkin juga mengeksploitasi dan menerapkan ragam hias (ornamen).

Sunday, 16 November 2014

Mengenal warna dalam Design Graphic

Mengenal warna dalam Design Graphic


     Seorang Designer pastinya sudah memiliki dalam mencocokan warna yang dia butuhkan dalam mendesain suatu karyanya. Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Indentitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.

    Panjang gelombang yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Dalam perlatan optis, warna juga bisa berarti interprestasi otak terhadap campuran tiga warna primer cahaya: merah, hijau, biru yang digabungkan dalam komposisi tertentu. Misalnya campuran 100% merah, 0% hijau, dan 100% biru akan menghasilkan interprestasi warna magenta.

     Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pig men yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah.

      Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dan dingin di daerah barat, karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meski secara teoristis sebenarnya putih bukanlah warna).

       Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidak hadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmia, kedua bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen.

Monday, 27 October 2014

Penjelasan Tentang Design Graphic (CorelDraw)

 Penjelasan Tetang Design Graphic


Dunia Design Graphic seakan-akan tidak bisa lepas dari yang namanya CorelDraw. Program ini seolah-olah sudah menjadi bagian pada Designer handal Dunia. dan banyak sekali para designer mengatakan bahwa Program CorelDraw sangat Profesional dalam membuat sebuah Design, yang di antaranya adalah Design Spanduk, Baliho, Baju, Id Card, Undangan, Brosur, Stiker, dan lain Sebagainya. dan saya Medan Lapasila Sebagai Pencinta Dunia Design Graphic sangat senang dapat mengetahui cara kerja Program CorelDraw, yang sangat Profesional dalam Membuat Subuah Design yang sangat Detail, dan sangat Berguna bagi anda yang ingin Mnjadi Designer Handal.

       Semua orang tahu, CorelDraw sangat berguna untuk men-design kartu nama, Brosur, Poster, Undangan, Kaos distro, logo, papan nama dan lain sebagainya. Karena inilah Program yang di rasa memiliki Fitur terlengkap dengan  penggunaannya yang mudah. dan sangat cocok pagi para Designer Handal, dan bukan hanya Untuk designer handal tetapi semua yang ingin belajar Program Coreldraw.

Dunia Design Graphic

       Design Graphic adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam design graphic, teks juga bisa di anggap gambar karena merupakan hasil absrkasi simbol simbol yang bisa di bunyikan. Design Graphic diterpkan dalam design komunikasi dan Fine art. Seperti jenis Design lainnya, design graphic dapat mejuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang di hasilkan (Rancangan), ataupun disiplin Ilmu yang Digunakan (Design Graphic).

     Seni design graphic mencangkup kemampuan kognitif dan ketrampilan visual, termasuk didalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak. design grafis juga dapat memcepat daya ingat karena adahnya suatu kreatifitas yang di hasilkan oleh imajinasi.

        Design Graphic pada awalnya di terapkan untuk media-media statis , seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, design graphic juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai design interaktif atau design multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang Design. Design Graphic Bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencangkup  pengolahan ruang.

     Unsur design graphic sama seperti unsur dasar dalam disiplin design lainnya. Unsur-usur tersebut termasuk shapes, bentuk form, tekstur, garis,ruang, dan warna membenruk prinsip - prinsip dasar design visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan Balance, ritme Rhythm, tekanan, emhasis, proporsi, Proportion dan kesatuan, Unity, Kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

 Peralatan yang digunakan oleh Designer Garis

       Peralatan yang dugunakan oleh designer garis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah design sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

       Pada pertengahan 1980. kedatangan Dekstop Publishing serta mengenal sejumlah aplikasi perangkat lunak garis memperikenalkan satu generasi  designer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang sulit. Design Graphic dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulakikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

       Seorang perancang garis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya, ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

Seorang Designer harus ditopang oleh minimal lima dimensi ke-ilmuan, Yaitu :
  • Wawasan Tecnology
  • Wawasan Sains
  • Wawasan Seni
  • Wawasan Sosial dan Budaya
  • Wawasan Filsafat dan Etika

Footer 1

Footer Text

Copyright © Medan Lapasila | Powered by Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com